”Pemda Provinsi Jawa Barat membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin sehingga dapat menekan pengeluaran mereka,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dalam keterangan resminya.
Di sisi lain, upaya pengurangan beban biaya hidup dilakukan melalui program perluasan akses listrik. Sebanyak 76.123 sambungan listrik baru telah disiapkan untuk keluarga prasejahtera yang tersebar di 1.367 desa dan kelurahan di seluruh Jawa Barat.
Capaian Kinerja dan Penurunan Angka Kemiskinan
Kerja keras ini membuahkan hasil positif. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri, Pemprov Jabar meraih skor kinerja tinggi sebesar 3,6672 pada pembangunan daerah tahun 2025.
Indikator keberhasilan ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada 2025 turun menjadi 6,78 persen atau sekitar 3,55 juta jiwa. Angka ini menyusut jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 7,08 persen.





