Erwan Setiawan menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan mencakup tiga pilar utama, yaknin pengurangan jumlah kantong kemiskinan, penurunan beban pengeluaran masyarakat dan peningkatan pendapatan warga miskin.
”Dalam mengurangi kantong kemiskinan, Pemprov Jabar mengawasi lokasi daerah rentan rawan pangan dan menyusun peta kerawanan dan ketahanan pangan,” tambah Erwan.
Pengangguran Terbuka Melandai
Sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat berhasil ditekan ke angka 6,66 persen pada 2025, turun dari posisi 6,75 persen pada tahun 2024.
Realisasi ini bahkan melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 6,99 persen. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per November 2025, penurunan ini didorong oleh serapan tenaga kerja yang merata di berbagai sektor usaha.
”Faktor pendorong penurunan tingkat pengangguran terbuka Jawa Barat pada 2025 yaitu penyerapan tenaga kerja pada seluruh lapangan usaha,” pungkas Erwan. (ant)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





