Pemerintah daerah juga menargetkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Ia menambahkan, kawasan Pantai Utara Jawa Barat sebenarnya memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Namun dalam beberapa dekade terakhir, produktivitas tambak menurun akibat beragam persoalan, mulai dari banjir rob, abrasi, pendangkalan saluran air, alih fungsi lahan, hingga keterbatasan infrastruktur dan teknologi.
Data pemerintah menunjukkan sekitar 78.550 hektare tambak di wilayah tersebut tidak lagi produktif dalam kurun 40 tahun terakhir.
Revitalisasi ini diharapkan menjadi langkah korektif untuk mengaktifkan kembali lahan yang terbengkalai sekaligus mendorong budidaya perikanan yang lebih modern, ramah lingkungan, dan sejalan dengan konsep ekonomi biru.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Aep menyampaikan apresiasi atas dorongan dan kepemimpinan pemerintah provinsi dalam menggagas program jangka panjang tersebut.
Pemerintah Kabupaten Karawang, kata dia, siap bersinergi agar revitalisasi tambak di Pantura berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat pesisir. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





