Sebagai langkah pengendalian, Dinkes kini menggencarkan program imunisasi Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Pada 2026, target vaksinasi campak ditetapkan menyasar lebih dari 6.000 balita di wilayah tersebut.
Selain itu, investigasi lapangan dan penyelidikan epidemiologi terus dilakukan guna memetakan penyebaran virus secara lebih akurat.
“Kami meminta tenaga kesehatan memperketat pengawasan terhadap gejala seperti batuk, demam, flu, mata merah, hingga munculnya bintik merah. Jika ada gejala tersebut, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.
Dinkes juga mengimbau keluarga untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana di rumah, termasuk memisahkan anak yang bergejala dari yang sehat, tidak berbagi alat makan, serta menjaga kebersihan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat dan rutin mencuci tangan. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





