“Dengan peningkatan upaya di lapangan, kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini bisa ditemukan lebih dini,” katanya.
Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, temuan kasus baru didominasi dari kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL), sehingga pendekatan edukasi dan pencegahan juga difokuskan pada kelompok tersebut.
Dinkes Cianjur terus mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat guna mencegah penularan, seperti menghindari hubungan seksual berisiko dan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian.
“Penyakit ini berkaitan dengan perilaku. Ketika masyarakat menjaga diri sesuai norma dan kesehatan, maka risiko penularan dapat dihindari,” ujarnya.
Selain itu, tenaga kesehatan juga diminta disiplin menjalankan standar operasional prosedur dalam setiap tindakan medis untuk mencegah penularan di fasilitas layanan kesehatan.





