Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Helmi meminta guru, orang tua, dan masyarakat memperketat pengawasan terhadap siswa baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Komunikasi antara orang tua, guru, dan warga sekitar harus terjalin agar potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini,” katanya.
Sementara itu, kondisi dua korban kekerasan dilaporkan mulai membaik dan kini menjalani rawat jalan. Pihak sekolah diminta terus memberikan laporan perkembangan serta memastikan proses belajar korban tetap berjalan melalui pendampingan belajar di rumah hingga mereka benar-benar pulih. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





