Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini telah melakukan berbagai langkah pencegahan, salah satunya melalui patroli gabungan yang melibatkan unsur Forkopimcam Bandung Wetan.
Meski demikian, Farhan mengakui pengawasan tersebut tidak selalu mampu mencegah setiap kejadian.
“Itulah sebabnya Forkopimcam Bandung Wetan melakukan patroli setiap hari. Namun patroli tentu ada kemungkinan meleset. Kalau patroli meleset dan ternyata ada yang terjun, itu sangat berbahaya,” katanya.
Pemkot Bandung kemudian mulai menekankan langkah pencegahan dari hulu, terutama melalui lingkungan pendidikan.
Berdasarkan hasil survei yang dimiliki pemerintah daerah, sekitar 75 ribu pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah di Kota Bandung mengalami tekanan psikologis, mulai dari stres ringan hingga depresi berat.





