Farhan mengatakan tindakan bunuh diri umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam banyak kasus, individu yang mencoba mengakhiri hidup telah mengalami depresi berkepanjangan.
“Biasanya mereka sudah mengalami depresi selama dua tahun terakhir, bahkan depresi yang sangat kuat. Jadi bunuh diri itu hampir tidak pernah terjadi secara spontan. Artinya, penanganannya harus dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penanganan kesehatan mental, pemerintah kota tengah menunggu program dari Kementerian Kesehatan yang akan menempatkan psikolog klinis di puskesmas.
Dengan program tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan konseling dan pendampingan psikologis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Di puskesmas nanti akan ada layanan psikologis. Pada saat bersamaan para psikolog juga akan melatih guru BK agar mampu mengidentifikasi murid-murid yang mengalami gangguan psikologis,” kata Farhan.





