Daerah

Kemarau Bawa Berkah bagi Perajin Gerabah di Plered Purwakarta, Produksi Meningkat Hingga 50 Persen

×

Kemarau Bawa Berkah bagi Perajin Gerabah di Plered Purwakarta, Produksi Meningkat Hingga 50 Persen

Sebarkan artikel ini
Pengrajin Gerabah atau Keramik di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. (Foto: Gin/JabarNews).

JABARNEWS PURWAKARTA – Musim kemarau ternyata memberikan keuntungan bagi sejumlah sektor, termasuk industri gerabah keramik di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Cuaca panas disebut mampu mempercepat proses pengeringan gerabah, sehingga produksi di sentra kerajinan tersebut meningkat pesat.

Baca Juga:  [INFOGRAFIS] Pencegahan Penyebaran Covid-19 Selama di Tempat Kerja

Para perajin gerabah di Plered memanfaatkan cuaca kemarau untuk mempercepat proses penjemuran, yang kini hanya memakan waktu sekitar satu minggu, jauh lebih singkat dibandingkan musim hujan yang bisa mencapai dua hingga empat minggu.

Baca Juga:  Festival Budaya Nusantara di Purwakarta Gaet Wisatawan dan Dorong Ekonomi Kreatif Lokal

Salah satu perajin, Irwan, menyampaikan bahwa proses pengeringan saat musim kemarau ini sangat membantu meningkatkan efisiensi produksi. “Alhamdulillah, dengan panasnya cuaca, penjemuran bisa cepat selesai,” ungkapnya pada Selasa (10/9/2024).

Baca Juga:  Buka Puasa Bareng Insan Pers, Kapolres Purwakarta Pastikan Akses Informasi Terbuka

Produksi gerabah di Plered meningkat lebih dari 50 persen selama musim kemarau, didorong oleh waktu pengeringan yang lebih singkat dan tingginya permintaan dari pasar domestik serta ekspor.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2