Pelatihan ini juga mencakup kapan guru harus merujuk siswa ke ahli. “Kapan perlu merujuk ke psikolog, dan bagaimana mendampingi siswa secara tepat,” tambahnya.
Program ini sejalan dengan komitmen Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang sejak awal mendorong kehadiran psikolog di lingkungan sekolah.
Fokusnya adalah meningkatkan kesejahteraan psikologis (well-being) agar siswa merasa aman dan nyaman saat belajar.
Tak hanya di sekolah, program ini juga akan menyasar peran orang tua melalui psikoedukasi. Tujuannya agar pola asuh di rumah sejalan dengan pemulihan mental anak.
“Nanti akan ada kolaborasi antara Himpsi dengan Dinas Pendidikan untuk intervensi di sekolah,” kata Ilmi.





