Selain itu, dukungan juga diberikan melalui pembiayaan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin serta perluasan akses listrik. Pemprov Jabar mencatat sebanyak 76.123 sambungan listrik telah diidentifikasi untuk masyarakat tidak mampu di 1.367 desa dan kelurahan.
“Pemda Provinsi Jawa Barat membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin sehingga dapat menekan pengeluaran,” kata Erwan.
Di sisi peningkatan pendapatan, pemerintah menjalankan pelatihan bagi pekerja migran Indonesia serta menyalurkan bantuan modal usaha kepada 57 Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Tidak hanya kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat juga menunjukkan tren penurunan. Pada 2025, angkanya tercatat 6,66 persen, turun dari 6,75 persen pada 2024 dan melampaui target 6,99 persen.
Penurunan ini didorong oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor, terutama pertanian, pendidikan, serta akomodasi dan makan minum. Sementara sektor dengan kontribusi terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja berasal dari reparasi kendaraan, industri pengolahan, serta sektor pertanian.





