Daerah

KPAID Jabar Bongkar Dugaan Kejanggalan Visum Kasus Kekerasan Anak di Padaherang Pangandaran

×

KPAID Jabar Bongkar Dugaan Kejanggalan Visum Kasus Kekerasan Anak di Padaherang Pangandaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi korban kekerasan seksual (Foto: Net)
Ilustrasi korban kekerasan seksual (Foto: Net)

“Dokter yang diperiksa di persidangan menyampaikan bahwa ia tidak menerima surat permohonan visum dari penyidik. Sehingga, data yang tersaji dalam persidangan kemarin bukanlah hasil visum autentik, melainkan hanya hasil pemeriksaan medis biasa oleh dokter umum,” jelasnya.

Atas temuan tersebut, KPAID Jawa Barat melayangkan kritik keras kepada aparat penegak hukum, khususnya Polres Pangandaran, agar lebih cermat dalam menangani perkara kekerasan seksual terhadap anak.

Baca Juga:  Wiku Adisasmito: Jangan Resah, Vaksin Covid-19 Aman Untuk Warga

Ato menegaskan, visum et repertum merupakan bukti krusial dalam pembuktian perkara kekerasan seksual. Tanpa dokumen yang sah dan lengkap, proses hukum berpotensi melemahkan posisi korban dalam mencari keadilan.

Baca Juga:  Tak Hanya KDRT, Kekerasan Perempuan Oleh Mantan Pacar Banyak Dilaporkan di 2024

“Ini menjadi bahan koreksi besar bagi kita semua. Kedepan, proses hukum kasus kekerasan seksual harus dibuktikan dengan bukti otentik yang dilampirkan secara cermat. Jangan sampai ada data yang terlewat atau tidak dilaporkan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Soal Rentenir Berkedok Koperasi, Dinas KUMKM Kota Bandung: Kita Awasi

KPAID berharap aparat penegak hukum dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar penanganan perkara kekerasan terhadap anak berjalan profesional, transparan, dan berpihak pada perlindungan korban. (Red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2