“Kota Bandung menjadi pilihan karena aksesnya relatif mudah, khususnya bagi wisatawan dari Jabodetabek,” katanya.
Lonjakan wisatawan tersebut turut berdampak pada tingkat hunian hotel. Dari 15 hotel yang dipantau Disbudpar, sejumlah hotel di kawasan pusat kota, termasuk sekitar Alun-alun Bandung, mencatat tingkat okupansi hingga 100 persen. Sementara itu, hotel yang berlokasi lebih jauh dari pusat kota melaporkan tingkat hunian berkisar antara 60 hingga 80 persen.
Terkait perencanaan pariwisata ke depan, Adi menyampaikan bahwa Disbudpar Kota Bandung memiliki mekanisme tersendiri dalam menetapkan target kunjungan wisata. Proyeksi dilakukan dengan mempertimbangkan tren kenaikan jumlah wisatawan berdasarkan persentase tertentu serta evaluasi data kunjungan secara menyeluruh.
“Setelah data rinci seperti asal wisatawan dan destinasi yang mengalami peningkatan kunjungan terkumpul, barulah kami bisa menghitung proyeksi tahun berikutnya secara lebih akurat,” ujarnya.
Dengan tingginya mobilitas wisatawan selama libur akhir tahun, Disbudpar menilai sektor pariwisata masih memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi lokal di Kota Bandung. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





