Daerah

Kunjungi Kampung Terujung Purwakarta, Om Zein Larang Berdiri Bangunan Modern

×

Kunjungi Kampung Terujung Purwakarta, Om Zein Larang Berdiri Bangunan Modern

Sebarkan artikel ini
Bupati Purwakarta Om Zein di Kampung Adat Bojong Honje Purwakarta
Bupati Purwakarta Om Zein menunjukkan rumah terakhir di wilayah Purwakarta yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Tangkapan layar TikTok @omzein_bupatiaing)

Seluruh rumah warga di kampung terujung Purwakarta ini berbentuk panggung dengan arsitektur tradisional khas pedesaan Sunda.

Masyarakat di kampung ini juga masih melestarikan kesenian tradisional tutunggulan yang biasanya digelar saat acara pernikahan atau khitanan. Warga Kampung Bojong Honje mayoritas berprofesi sebagai petani dengan cara bertani tradisional menggunakan kerbau.

Baca Juga:  Desa Wisata Cisande Sukabumi, Antara Edukasi hingga Budaya Berbasis Potensi Alam

Produk lokal masyarakat pun beragam, mulai dari gula aren, wajit, manisan pala, hingga gegeplak. Beberapa rumah panggung dijadikan homestay bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan.

Baca Juga:  Buka Pendaftaran Caleg bagi Masyarakat Umum, PKB Purwakarta Targetkan 24 Kursi di Pemilu 2024

Tak hanya budaya, wisata alam Purwakarta ini juga memiliki sejumlah air terjun, seperti Curug Keramat, yang sering dikunjungi wisatawan dan warga sekitar.

Dilansir dari berbagai sumber, nama Bojong Honje berasal dari kata “bojong” yang berarti kebun dan “honje” yang berarti tanaman kecombrang. Dahulu kawasan ini merupakan hutan honje yang luas sebelum berkembang menjadi desa wisata Bojong Honje Purwakarta yang dikenal saat ini.

Baca Juga:  Diduga Bunuh Diri, Seorang Lansia Tanpa Identitas di Purwakarta Tewas Tertabrak Kereta
Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4