“Disparitas ini bukan disebabkan satu pihak, tetapi akibat rantai pasok yang panjang dan tidak terhubung secara langsung,” kata Dian.
Melalui Mak Comblang, BGN mulai memetakan komoditas, volume produksi, serta kebutuhan dapur secara terbuka dan terintegrasi. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kalender tanam dan kalender panen.
Dengan pola ini, petani diharapkan dapat memanen secara bertahap dan berkelanjutan. Di saat yang sama, dapur MBG memperoleh pasokan bahan baku yang lebih stabil.
Ke depan, penyusunan menu Makan Bergizi Gratis akan diselaraskan dengan ketersediaan produksi petani lokal. Penyusunan menu tetap melibatkan ahli gizi agar kualitas dan kecukupan gizi terjaga.
Dengan mempertemukan langsung petani dan dapur MBG, Program Mak Comblang diharapkan mampu menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.(red)





