“EWS sedang kami upayakan kembali bersama BRIN. Saat ini sudah terpasang 10 unit di jembatan-jembatan yang berpotensi mengalami peningkatan debit air sungai dan menyebabkan banjir,” ujarnya.
Selain itu, langkah mitigasi lain terus dilakukan, mulai dari penebangan pohon yang rawan tumbang hingga reboisasi di kawasan perbukitan untuk memperkuat struktur tanah.
“Kami melakukan penebangan pohon yang sudah kering dan rawan tumbang, serta reboisasi dengan tanaman yang mampu mengikat tanah untuk mencegah longsor,” tutur Bambang.
BPBD Sumedang berharap kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana dapat semakin meningkat, sehingga risiko korban dan kerusakan dapat diminimalkan di tengah cuaca ekstrem yang masih berlanjut. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





