“Majalengka ingin maju. Lahan harus dipertahankan untuk pangan, namun tetap perlu ruang bagi investor dan pembangunan industri agar ekonomi berkembang,” ujar Eman, Sabtu, 3 Januari 2026.
Eman menjelaskan, pemerintah daerah memfokuskan pengamanan pada lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 37 ribu hektare.
Skema pengendalian pemanfaatan lahan disiapkan agar alih fungsi tidak terjadi secara liar dan tak terkendali.
Menurut dia, produksi pangan lokal menjadi penopang utama Majalengka dalam menghadapi fluktuasi harga, terutama menjelang dan sesudah akhir tahun.





