Sajian yang dihadirkan diolah dengan teknik yang terukur, namun tetap mempertahankan karakter asli masakan daerah. Salah satu menu yang merepresentasikan pendekatan tersebut adalah Tongseng Emprit khas Bantul. Hidangan ini menghadirkan aroma rempah dan asap yang kuat, dengan perpaduan rasa gurih, manis, serta sentuhan pedas dari cabai rawit dan tomat.
Menurut Satrio, proses kurasi menu dilakukan melalui perjalanan langsung ke berbagai daerah. Tim Merambah Rasa mencatat telah menelusuri sedikitnya 10 kota di Indonesia, antara lain Bandung, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Bantul, Klaten, Sukoharjo, Surabaya, Lombok, hingga Mataram, serta mendatangi lebih dari 20 tempat makan legendaris.
“Yang kami bawa pulang bukan hanya resep, tetapi juga pemahaman tentang konteks sosial dan budaya di balik makanan itu,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, kehadiran Merambah Rasa di Bandung menambah lanskap diskusi tentang kuliner Nusantara sebagai bagian dari narasi budaya, bukan sekadar tren konsumsi. Makanan diposisikan sebagai arsip hidup yang merekam perjalanan, ingatan, dan cara suatu daerah merawat identitasnya melalui rasa. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





