Curah hujan tinggi sejak petang hingga malam menyebabkan saluran air tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menutupi badan jalan. Di sejumlah permukiman di Cilaku dan Cibeber, ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai dari beberapa sentimeter hingga mencapai satu meter.
Selain merendam puluhan rumah, banjir juga berdampak pada infrastruktur transportasi. Jalur rel kereta api di dua kecamatan tersebut ikut terendam, menyebabkan perjalanan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat–Cianjur–Sukabumi terhenti sementara.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi hingga saat ini. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.
“Data sementara tidak ada yang mengungsi, terkait kerusakan masih dalam pendataan petugas dan relawan,” kata Asep.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor. Potensi bencana susulan masih dapat terjadi selama curah hujan tinggi terus berlangsung di wilayah Cianjur. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





