Daerah

Mudik Lebaran Jabar 2026: 21 Juta Orang Bergerak Usai Subuh, Bogor Jadi Terbanyak

×

Mudik Lebaran Jabar 2026: 21 Juta Orang Bergerak Usai Subuh, Bogor Jadi Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Mudik Lebaran Jabar 2026: 21 Juta Orang Bergerak Usai Subuh, Bogor Jadi Terbanyak
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, memaparkan kesiapan teknis angkutan Lebaran 2026 dalam konferensi pers di Bandung, Senin (9/3/2026). Ia memastikan 3.040 kursi mudik gratis, 100 unit CCTV anyar, serta ribuan personel disiagakan untuk mengamankan pergerakan 21 juta pemudik.

JABARNEWS | BANDUNG – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memproyeksikan lonjakan arus mudik Lebaran 2026 akan mencapai puncaknya pada dini hari hingga menjelang siang. Lebih dari 21 juta pemudik diperkirakan bergerak serentak usai sahur. Konsentrasi pergerakan terbesar diprediksi berasal dari Kabupaten Bogor, yang menjadi kantong pemudik tertinggi di Jawa Barat dengan 4,2 juta warga diperkirakan meninggalkan wilayahnya menuju kampung halaman.

Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menyiapkan strategi pengendalian lalu lintas. Sebab, tingginya volume kendaraan akan melintasi jalur-jalur utama seperti Nagreg, Puncak, dan kawasan selatan Jawa Barat. Dishub Jabar pun menyiagakan personel serta sistem pemantauan berbasis teknologi untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga keselamatan para pemudik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan secara menyeluruh. Persiapan itu mencakup aspek sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga koordinasi lintas sektor.

“Dinas Perhubungan berkomitmen memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan lancar selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” ujarnya kepada wartawan Senin, (09/9/2026) di Bandung.

Persiapan matang telah dirancang dalam Rapat Koordinasi Rencana Operasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026. Rakor itu melibatkan Kepolisian, BPBD, Dinas Kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait.

Tak hanya itu, kesiapan personel juga diuji melalui Apel Gelar Pasukan pada Senin, 9 Maret 2026 di Lapangan Graha Perhubungan, Cinunuk, Kabupaten Bandung.

“Apel ini sebagai tanda bahwa kami, Insan Perhubungan bersama kota/kabupaten siap dalam pelaksanaan Angkutan Lebaran Tahun 2026,” tegas Dhani.

Baca Juga:  Dishub Jabar Siapkan Tiga Strategi Hadapi Mudik Lebaran 2022

Mudik Gratis 2026: 3.040 Kursi Bus Siap Antar Pemudik ke Kampung

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan program mudik gratis. Tahun ini, Dishub Jabar menyediakan 3.040 kursi bus untuk masyarakat. Rute yang disiapkan meliputi Bandung–Yogyakarta, Bandung–Solo, Bekasi–Purbalingga, Bekasi–Tasikmalaya, hingga Bogor–Pelabuhan Ratu.

Jadwal keberangkatan ditetapkan pada 13, 14, dan 15 April 2026. Masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi Sapa Warga atau portal resmi Pemprov Jabar di https://jabarprov.go.id.

Program ini menjadi solusi bagi pemudik yang ingin pulang kampung dengan aman dan gratis. Sekaligus mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan raya.

Kawal Arus Mudik: 100 CCTV Baru dan Sensor Lalu Lintas

Dishub Jabar tidak hanya mengandalkan personel di lapangan. Pemantauan arus mudik tahun ini didukung teknologi mutakhir. Sebanyak 100 unit CCTV baru akan difungsikan sebagai bagian dari Area Traffic Management System (ATMS).

Total terdapat 26 lokasi CCTV analitik yang tersebar di titik-titik strategis. Antara lain Cileungsi, Kopo, Sukajadi, Pasirkaliki, Ahmad Yani, Pangalengan, hingga Kadungora.

Selain itu, 10 sensor traffic counting dipasang di ruas jalan utama. Sensor itu berada di Tanjungpura, Losarang, Nagreg, Lembang, Ciwidey, hingga perbatasan Banjar–Jawa Tengah.

Seluruh data pemantauan akan terpusat di Jabar Digital Center dan Kantor Dishub Jabar. Dengan begitu, pengambilan keputusan di lapangan bisa dilakukan cepat dan tepat.

Ramp Check: Jamin Kelaikan Kendaraan 

Sejak awal Maret, Dishub Jabar gencar melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan umum. Pemeriksaan pertama dilakukan pada 7 Februari 2026 di GTC Limbangan, Kabupaten Garut.

Pengecekan meliputi sistem pengereman, lampu penerangan, ban, alat keselamatan, serta kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi. Langkah ini untuk memastikan kendaraan angkutan umum layak jalan dan aman digunakan pemudik.

Baca Juga:  Polres Purwakarta Serahkan Pelaku dan Barang Bukti Narkoba ke Kejari

Selain ramp check, Dishub Jabar juga mendirikan posko di berbagai lokasi. Rinciannya:

  • · 4 Rest Area bersama Kemenhub
  • · 5 Posko Ruas Jalan Terpadu Provinsi
  • · 115 Posko Kewilayahan Kota/Kabupaten
  • · 35 Posko Simpul Provinsi di terminal dan titik strategis

Posko-posko itu berfungsi memantau pergerakan penumpang dan arus lalu lintas. Sekaligus menjadi pusat layanan informasi dan pengaduan masyarakat.

Rekayasa Lalu Lintas dan Pembatasan Truk saat Mudik

Kepadatan arus mudik tidak bisa dihindari. Namun, dampaknya bisa diminimalkan dengan rekayasa lalu lintas. Dishub Jabar bersama Kepolisian dan instansi terkait menyiapkan sejumlah skenario.

Di antaranya Sistem Satu Arah (SSA), ganjil-genap, contra flow, hingga manajemen pengalihan arus ke jalan alternatif. Pembatasan lokasi putar arah juga akan diterapkan di titik-titik rawan macet.

Pembatasan operasional angkutan barang juga kembali diberlakukan. Berdasarkan SKB 3 Menteri, truk dengan sumbu tiga atau lebih dilarang melintas di jalur utama selama periode mudik.

Larangan berlaku mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00. Ruas yang diawasi meliputi Bandung–Nagreg–Banjar, Cirebon–Brebes, Subang–Lembang, hingga jalur selatan Sukabumi–Pelabuhan Ratu–Pangandaran.

Ada pengecualian untuk angkutan BBM, uang, hewan ternak, pupuk, dan barang pokok seperti beras, gula, daging, serta sayuran.

Jalur Wisata dan Titik Rawan Macet Jadi Sorotan

Dishub Jabar mengidentifikasi sejumlah segmen jalan yang berdampak besar saat terjadi kemacetan. Jalur non-tol seperti Simpang Jomin–Cikopo, Ciawi–Sukabumi, serta Puncak menjadi perhatian utama.

Baca Juga:  Minta Pelaku Dihukum Maksimal, Atalia Praratya Ajak Kawal Persidangan Kasus Pemerkosaan Santriwati

Di Simpang Jomin, BPJN direncanakan melakukan redesain simpang. Sebanyak 47 titik U-turn juga akan ditutup, hanya menyisakan delapan titik untuk meminimalkan hambatan.

Di kawasan Puncak, ganjil-genap dan sistem satu arah akan diterapkan. Satpol PP juga diminta menertibkan pedagang kaki lima dan parkir liar di badan jalan.

Jalur wisata seperti Lembang, Pangandaran, dan Pelabuhan Ratu diprediksi padat pada H+1 Lebaran. Penanganan khusus disiapkan agar arus wisatawan tidak mengganggu arus utama mudik.

Imbauan Dishub Jabar: Pastikan Laik Jalan dan Patuhi Aturan

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum bepergian. Pemudik juga diminta mematuhi aturan lalu lintas serta memilih angkutan umum yang telah dinyatakan laik jalan.

Pengawasan tarif angkutan juga diperketat. Dishub akan menindak tegas praktik pungutan liar yang merugikan masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, operator transportasi, dan masyarakat, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan selamat.

Tema angkutan lebaran tahun ini adalah “Mewujudkan Angkutan Lebaran 2026/1447 H yang Aman, Nyaman, dan Berkeselamatan.”

Infografis: 

  • · Puncak arus mudik: 04.00–10.00 WIB (21,68 juta orang)
  • · Kantong pemudik terbesar: Kabupaten Bogor (4,2 juta orang)
  • · Kuota mudik gratis: 3.040 kursi bus
  • · Rute terbanyak: Bandung–Yogyakarta, Bekasi–Tasikmalaya
  • · CCTV baru: 100 unit (total 26 titik analitik)
  • · Sensor lalu lintas: 10 titik
  • · Posko: 115 posko kewilayahan, 35 posko simpul
  • · Larangan truk: 13–29 Maret 2026
  • · Jalur rawan macet: Puncak, Nagreg, Lembang, Pangandaran. (Red)