“Yang dilindungi adalah korban penganiayaan, bukan pelaku, dan bukan kasus tawuran. Ini soal keadilan dan kemanusiaan,” tegasnya.
Selain aspek pembiayaan, Dedi juga membuka peluang pengembangan fasilitas layanan kesehatan di wilayah Bandung Timur. RSUD Kota Bandung dinilai memiliki posisi strategis sebagai penyangga layanan kesehatan bagi masyarakat Bandung Timur dan sekitarnya, sehingga memerlukan dukungan infrastruktur yang lebih memadai ke depan.
Menurut Dedi, peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, harus berpihak pada warga yang paling membutuhkan perlindungan negara.
“Negara harus memastikan tidak ada nyawa yang hilang hanya karena rasa takut dan ketidakmampuan,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





