Selain mengamankan para pelaku, polisi menyita satu unit sepeda motor yang sempat ditinggalkan di lokasi kejadian. Mengingat status para pelaku yang masih pelajar, pihak kepolisian menempuh langkah pembinaan.
“Untuk itu para remaja ini diserahkan kepada orang tua serta sekolah, untuk dilakukan pembinaan dan pengawasan agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Asep.
Meski demikian, polisi memberikan peringatan keras. Jika para remaja ini kembali mengulangi perbuatannya, maka proses hukum tanpa toleransi akan segera diberlakukan.
“Kami juga menegaskan bahwa kesempatan ini adalah peringatan terakhir. Jika mereka kembali terlibat dalam aksi serupa, konsekuensi hukum akan diberlakukan tanpa toleransi. Jadi jika kemudian hari para remaja ini kembali melakukan hal serupa, pihaknya akan memprose dengan aturan yang berlaku,” tegas Asep.
Kejadian ini pun menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap pergaulan serta penggunaan media sosial anak.





