Daerah

Pemprov Jabar Antisipasi Kenaikan Harga Ayam dan Telur Imbas Program Makan Bergizi Gratis

×

Pemprov Jabar Antisipasi Kenaikan Harga Ayam dan Telur Imbas Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Herman Suryatman
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengendalikan potensi kenaikan harga ayam dan telur, menyusul mulai beroperasinya ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Jabar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, hingga saat ini telah beroperasi 2.131 dapur MBG dari total target 4.600 unit. Seluruh dapur tersebut membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar, terutama ayam dan telur, yang berpotensi mempengaruhi harga di pasaran.

Baca Juga:  KAI Daop 2 Bandung Catat 8 Orang Tewas Gegara Terobos Pintu Perlintasan Kereta Api

“Dari rencana sekitar 4.600 SPPG yang akan operasional, saat ini sudah ada 2.131 yang mulai berjalan. Di dalamnya kan membutuhkan ayam dan telur, makanya kami sedang antisipasi agar harga telur dan ayam terkendali, karena punya potensi inflasi,” ujar Herman di Bandung, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga:  Rapat Pleno KPU Jabar Selesai, Berikut Perolehan Suara Resmi Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan

Herman menegaskan, meski harga kebutuhan pokok di Jawa Barat saat ini masih terkendali dan terjangkau, pemerintah tetap melakukan langkah preventif agar inflasi tetap stabil.

Baca Juga:  Herman Suryatman: Prevalensi Stunting Jabar Ditargetkan Turun Signifikan pada 2024

Menurutnya, stabilitas harga pangan sangat berkaitan dengan daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Jika harga bahan pokok melonjak, konsumsi akan menurun dan bisa berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2