Menurut Erwan, Pemprov Jabar tertarik karena sistem pemilahan saat ini masih dominan manual. “Kami sangat tertarik dengan adanya AI ini supaya nanti betul-betul pemilahannya ini betul-betul efektif. Tidak seperti sekarang kan sangat manual sekali,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwindaningsih menegaskan, proyek tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum masuk tahap kerja sama formal. “Semua teknologi yang memudahkan pasti kita menyambut. Ke depan kita belum tahu, harus lihat dulu ke depannya seperti apa efeknya, karena kan selain pemilahan sampah juga butuh analisis data sebagai dasar pengambilan kebijakan juga,” tuturnya.
Pemprov Jabar menyatakan evaluasi akan dilakukan menyeluruh, termasuk dari sisi efektivitas teknologi, akurasi data, serta dampaknya terhadap sistem pengelolaan sampah terpadu seperti di TPPAS Legok Nangka. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





