JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, mewaspadai potensi penumpukan sampah hingga sekitar 200 ton per hari yang diperkirakan mulai terjadi pada 12 Januari 2026, menyusul pengurangan kuota pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kondisi tersebut perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar seluruh pihak memahami tantangan yang tengah dihadapi pemerintah daerah.
“Kita tidak ingin menutup-nutupi. Risiko itu ada dan harus kita hadapi bersama,” ujar Farhan di Bandung, Selasa (6/1/2025).
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung akan menerjunkan sebanyak 1.597 petugas pemilah dan pengolah sampah yang ditempatkan di setiap RW. Petugas tersebut memiliki tugas tambahan untuk melakukan edukasi dan pendampingan langsung kepada warga terkait pengelolaan sampah.
“Petugas ini bekerja dari rumah ke rumah. Tujuan utamanya memastikan pemilahan sampah dilakukan sejak dari sumbernya,” kata Farhan.





