Selain itu, pemerintah kota juga berencana menambah jumlah penyapu jalan hingga sekitar 5.000–6.000 orang serta memperkuat program kebersihan di berbagai wilayah.
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung juga akan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah berbasis refuse derived fuel (RDF) hingga lima kali lipat, serta mengoptimalkan penggunaan biodigester dan insinerator dengan tetap memperhatikan ketentuan serta regulasi lingkungan.
“Tumpukan sampah seperti yang terjadi beberapa bulan lalu mudah-mudahan tidak terulang. Namun kuncinya tetap pada partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi tambahan dengan memanfaatkan TPA di luar Kota Bandung untuk mengatasi pengurangan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti.
“Kita sudah memiliki exit plan. Jadi potensi 200 ton sampah itu sudah ada rencana cadangan jika pada 10 Januari kondisinya berubah. Kita mencari lokasi pengolahan baru dan itu sudah ditemukan,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





