Daerah

Terungkap! Ini Kronologi dan Penyebab Harimau Huru-Hara Mati di eks Kebun Binatang Bandung

×

Terungkap! Ini Kronologi dan Penyebab Harimau Huru-Hara Mati di eks Kebun Binatang Bandung

Sebarkan artikel ini
Penyebab anak harimau Huru - Hara mati di Bandung akibat virus FPV.
Dua anak harimau Huru dan Hara yang mati karena terinfeksi virus di Kebun Binatang Bandung (Foto: Kementerian Kehutanan)

JABARNEWS | BANDUNG – Teka-teki penyebab kematian dua anak harimau Benggala, Hara dan Huru, di eks Kebun Binatang Bandung akhirnya terjawab. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memastikan keduanya mati akibat serangan virus mematikan.

Baca Juga:  Flyover di Jalan Gatot Subroto dan Ahmad Yani Siap Digunakan

BBKSDA Jabar mengonfirmasi bahwa kedua anak harimau berusia delapan bulan tersebut terinfeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV). Virus ini dikenal sangat menular dengan tingkat mortalitas tinggi, terutama pada satwa muda dari keluarga kucing besar (Felidae).

Baca Juga:  Pengendalian Inflasi Pada Awal Tahun, Ini yang Dilakukan Pemkot Bandung

Plt. Kepala BBKSDA Jawa Barat, Ammy Nurwaty, menjelaskan kronologi bermula pada 22 Maret 2026. Saat itu, tim medis melaporkan Hara menunjukkan gejala lemas, muntah, hingga diare.

“Dari pemeriksaan awal ditemukan adanya parasit cacing. Sehingga diberikan penanganan berupa obat antiparasit, penurun asam lambung, dan vitamin,” kata Ammy, dikutip Minggu (29/3/2026).

Baca Juga:  Jadwal Pemadaman Listrik di Purwakarta, Rabu 13 April 2022

Sebagai antisipasi, Huru yang berada dalam satu kandang turut diberikan vitamin dan obat cacing. Keduanya pun langsung dipisahkan demi meminimalkan risiko penularan.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23