Ia menegaskan, program tersebut tidak sekadar pelatihan jangka pendek, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang siap kerja dan berdaya saing. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proyek pembangunan juga perlu ditopang dengan kemampuan yang relevan.
Program ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya akses masyarakat usia produktif terhadap pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka. Melalui skema pelatihan dan sertifikasi, PLN berupaya menjembatani kesenjangan tersebut sekaligus membuka peluang keterlibatan langsung dalam proyek pembangunan.
Ke depan, PLN menyatakan akan memperluas program pemberdayaan serupa di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari strategi mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





