Dari hasil operasi tersebut, polisi mengamankan sepuluh orang dengan latar belakang berbeda, mulai dari juru parkir, buruh, hingga pengamen yang diduga kerap beraktivitas di area publik dengan potensi mengganggu ketertiban.
“Kami melakukan patroli dan penindakan secara humanis, namun tetap tegas terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.
Selain menekan premanisme, operasi tersebut juga menjadi langkah pencegahan terhadap potensi tindak kriminal lain seperti begal dan kejahatan C3, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.
Seluruh orang yang diamankan kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pendataan dan pembinaan. Kepolisian memastikan situasi selama operasi berlangsung aman dan terkendali.
“Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman dan terkendali. Kami akan terus mengintensifkan operasi serupa guna menjaga kondusivitas wilayah,” kata dia.





