• Minggu, 5 Desember 2021

Ingin Sampaikan Tuntutan Soal UMK, Ratusan Buruh Tunggu Bupati Cirebon hingga Petang

- Kamis, 25 November 2021 | 19:24 WIB
Ratusan buruh melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon.  (Abdul Rohman / Jabarnews)
Ratusan buruh melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon. (Abdul Rohman / Jabarnews)

JABARNEWS | CIREBON – Ratusan buruh dari berbagai perusahaan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon, Kamis 25 November 2021. Mereka menuntut kenaikan UMK 2022 sebesar 10 persen. 

Upah minimum kota/kabupaten (UMK) di Cirebon tahun 2022 sudah diusulkan oleh Dewan Pengupahan. Khusus di wilayah Kabupaten Cirebon, yang kenaikannya hanya sebesar Rp10 ribu dianggap tidak manusiawi. 

Ratusan buruh Kabupaten Cirebon itu menuntut kenaikan UMK 2022 sebesar 10 persen, karena mengacu pada berbagai indikator. 

Baca Juga: Tanpa Diskon! Ini Tips Agar Omset Penjualan Stabil Saat Pandemi Covid-19

Seperti inflasi, harga kebutuhan pokok, dan juga pada pandemi ini harus menambah pengeluaran untuk keperluan masker vitamin dan lainnya.

"Kami minta Bupati berpihak kepada kami selaku buruh, kenaikan sebesar Rp10 ribu sangat-sangat tidak manusiawi," kata Sekretaris FSPMI Cirebon Raya Moch Machbub saat berorasi.

Di atas panggung orasi, ia tidak henti-hentinya berteriak dan meminta agar Bupati Cirebon Imron Rosyadi mau menemui buruh dan melakukan dialog di luar kantor Bupati Cirebon.

Baca Juga: Ambu Anne: Kesejahteraan Guru Penting Untuk Pendorong Mutu Pendidikan, Ini Janjinya

"Kami mohon kepada bapak-bapak polisi untuk meminta Bupati keluar dan bertemu kami," teriaknya.

Halaman:

Editor: Yoyo W

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X