Wahyu menjelaskan, penurunan produksi tersebut dipengaruhi oleh kondisi kemarau basah yang menyebabkan curah hujan relatif tinggi sepanjang 2025. Kondisi tersebut meningkatkan risiko serangan penyakit tanaman, terutama pada komoditas bawang yang sensitif terhadap tingkat kelembapan. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





