Langkah tersebut juga dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan aparat kepolisian, guna memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi.
Sebaran lahan jagung di Garut relatif merata di berbagai kecamatan, namun wilayah utara masih menjadi sentra utama karena didukung kondisi iklim yang lebih stabil dibandingkan wilayah selatan.
“Di wilayah utara memang diuntungkan dengan kondisi cuaca yang lebih memungkinkan dibanding wilayah selatan,” ujarnya.
Minat petani terhadap komoditas jagung juga dinilai cukup tinggi. Selain karena kesesuaian iklim, budidaya jagung tergolong tidak terlalu rumit dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
Sebagian besar hasil produksi jagung Garut dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan. Kontribusinya pun signifikan, menjadikan Garut sebagai pemasok terbesar di Jawa Barat dengan porsi mencapai 42 persen.





