“Nanti untuk shelter, kami minta aparat kewilayahan dan tim BRT membantu menyampaikan ke masyarakat. Tapi, detail pembangunan, seperti jumlah titik dan luas shelter, harus menunggu kontrak dan dokumen resmi terlebih dahulu,” katanya.
Adapun untuk armada BRT, jumlahnya belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menanti Detail Engineering Design (DED) dari pemerintah pusat sebagai acuan teknis.
“Untuk armada, informasinya belum lengkap. Kami masih menunggu DED. Karena DED itu juga terkait dengan beberapa titik yang bersinggungan dengan usaha, misalnya parkir,” tuturnya.
Dalam perencanaannya, layanan BRT Bandung Raya akan melintasi 18 koridor. Rute-rute tersebut meliputi Tegalluar–St Hall, Soreang–Terminal Tegallega, Jatinangor–Leuwipanjang–Cibereum, Majalaya–Baleendah–Leuwipanjang, Banjaran–Baleendah–BEC, Sarijadi–Antapani, Cicaheum–Sarijadi, serta Jatinangor–Dipatiukur melalui tol.
Koridor lain yang disiapkan mencakup Cibiru–Kebon Kalapa, Lembang–Tegallega, Leuwipanjang–Dipatiukur–Dago, Elang–Riau, Ciroyom–Pajajaran–Antapani, Dago–Leuwipanjang–Cibaduyut, Padalarang–Alun-alun Bandung, Cimahi–Cicaheum, Ledeng–Antapani, hingga Cicaheum–Kebon Kalapa. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





