Pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi ini tengah dikoordinasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Namun, pemerintah daerah mengakui proyek tersebut tidak bisa langsung menjawab persoalan yang ada saat ini.
“PSEL ini tidak bisa langsung selesai, butuh waktu dua sampai tiga tahun. Maka persoalan sampah hari ini harus tetap kita tangani dengan berbagai inovasi di kewilayahan,” kata Dadang.
Saat ini, dari total produksi sampah harian sekitar 1.800 ton, baru sekitar 500 ton yang dapat tertangani. Artinya, masih ada sekitar 1.300 ton sampah yang belum terkelola secara optimal dan menjadi beban lingkungan.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Bandung menginstruksikan camat hingga perangkat desa untuk memperkuat inovasi pengelolaan sampah di tingkat lokal. Upaya ini difokuskan pada penanganan jangka pendek sembari menunggu realisasi proyek PSEL sebagai solusi struktural jangka panjang. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





