“Langkah cepat harus dilakukan. Jangan sampai jumlah ikan yang mati terus bertambah,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyebab pasti kematian ikan masih dalam proses pendalaman bersama perangkat daerah terkait dan tim teknis. Sejumlah kemungkinan tengah dikaji, mulai dari faktor penyakit, perubahan suhu air, kondisi kolam, hingga pola asupan nutrisi ikan.
Dian juga mengapresiasi laporan warga yang dinilai sangat membantu pemerintah untuk segera merespons kejadian tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan indikasi adanya penyakit pada ikan-ikan yang mati.
“Beberapa ciri yang ditemukan antara lain mulut ikan berwarna putih, adanya parasit berupa cacing, serta dugaan pengaruh perubahan suhu air yang ekstrem,” ujar Denny.





