Menurut Asep, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah menempatkan lokasi relokasi masih di wilayah Desa Pasirlangu. Pertimbangan tersebut dilakukan agar warga tidak terlalu jauh dari lingkungan asal mereka.
Ia menilai langkah tersebut penting karena sebagian besar warga memiliki sumber mata pencaharian di wilayah sekitar desa tersebut.
“Pertimbangan ini dilakukan karena sebagian besar warga memiliki mata pencaharian di wilayah tersebut,” katanya.
Berdasarkan data sementara dari pemerintah desa, sekitar 35 kepala keluarga terdampak longsor direncanakan akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
Saat ini pemerintah daerah juga masih melakukan proses validasi data untuk memastikan jumlah warga yang benar-benar membutuhkan relokasi dari kawasan rawan bencana.





