Daerah

Era Baru ITLA Jabar: Reza Novaldi Siapkan Tour Leader Hadapi Digitalisasi dan AI

×

Era Baru ITLA Jabar: Reza Novaldi Siapkan Tour Leader Hadapi Digitalisasi dan AI

Sebarkan artikel ini
Era Baru ITLA Jabar: Reza Novaldi Siapkan Tour Leader Hadapi Digitalisasi dan AI
Reza Novaldi (kiri) saat menerima bendera ITLA usai terpilih sebagai Ketua DPD ITLA Jawa Barat periode 2026–2030 dalam Musda IV di Bandung.

JABARNEWS | BANDUNG – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan kecerdasan buatan yang mengubah wajah industri pariwisata global, DPD ITLA (Indonesia Tour Leader Associatuon) Jawa Barat memasuki babak baru kepemimpinan. Sosok muda Reza Novaldi resmi terpilih dalam Musda IV sebagai ketua periode 2026–2030, membawa semangat regenerasi sekaligus komitmen kuat mendorong tour leader agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence.

Momentum ini bukan sekadar pergantian figur. Lebih dari itu, forum Musda IV menjadi penegasan arah baru organisasi: memperkuat kompetensi, inovasi, serta daya saing sumber daya manusia pariwisata Jawa Barat di tengah perubahan industri yang semakin cepat.

Kontestasi Ketat dan Sikap Dewasa Berdemokrasi

Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD ITLA Jabar digelar pada Minggu malam (22/2/2026) di Arion Suites Hotel, Bandung. Pemilihan berlangsung kompetitif.

Awalnya, tiga kandidat maju dalam kontestasi:

01 – Nico Darmawan Effendi

02 – Reggy A. Kartawidjaja

03 – Reza Novaldi

Namun, dalam sesi kampanye, kandidat nomor urut 02, Reggy A. Kartawidjaja, secara terbuka menyatakan mengundurkan diri. Ia mengambil langkah tersebut demi menjaga soliditas organisasi. Forum Musda menerima keputusan itu dengan penuh penghormatan sebagai wujud kedewasaan berdemokrasi.

Pemungutan suara akhirnya mempertemukan Reza Novaldi dan Nico Darmawan Effendi. Reza meraih 21 suara, unggul atas Nico yang memperoleh 17 suara.

Baca Juga:  Libur Lebaran 2025, Wisata Alam di Jawa Barat Jadi Buruan Warga

Dengan hasil tersebut, Reza resmi memimpin DPD ITLA Jabar untuk periode 2026–2030.

Adaptasi Digital dan Program Peningkatan Kompetensi

Reza menegaskan bahwa dunia pariwisata menghadapi perubahan signifikan. Karena itu, tour leader tidak boleh tertinggal.

“Dunia parawisata dengan perubahan-perubahan yang banyak. Kita dalam profesi ini seperti tour leader, kita akan mendorong para anggota meningkatkan kompetensi,” ujarnya usai acara kepada Jabarnews.com.

Ia menambahkan, industri pariwisata menuntut adaptasi cepat. Jika tidak responsif terhadap perkembangan global, profesi ini akan tertinggal, terutama di sektor travel agensi.

Lebih lanjut, Reza menyoroti pentingnya inovasi dan penguasaan teknologi digital. Artificial intelligence menjadi bagian dari kebutuhan baru industri.

“Sekarang ini keahlian para anggota itla. Terutama dari sisi inovasi perkembangan dunia digitalisasi. Seperti teknologi artificial Intelegence. Itu bagian dari sana. Mau tak mau harus perlu beradaptasi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat ITLA Jabar akan menggelar pelatihan. Materinya meliputi pelatihan bahasa, digitalisasi, artificial intelligence, hingga public speaking.

“Kita dalam waktu dekat, program kami akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada anggota. Seperti pelatihan bahasa, masalah digital, Artificial inteligence, publik speaking, karena itu sangat berkaitan erat dengan profesi seorang tour leader,” katanya.

Baca Juga:  Puasa Hari Pertama, Kabupaten Purwakarta Diprediksi Diguyur Hujan Siang Hingga Sore Nanti

Perkuat Sinergi dan Posisi Strategis Tour Leader

Selain peningkatan kapasitas internal, kepemimpinan baru juga menargetkan kolaborasi eksternal yang lebih kuat.

“Kami akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, dan institusi pendidikan agar tour leader memiliki posisi strategis dalam pembangunan pariwisata daerah,” tambah Reza.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ITLA Indonesia, Robert Alexander S. Moningka, menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan baru ini. Ia menilai perubahan di tingkat daerah harus berdampak positif pada industri pariwisata.

Ia menerangkan, tour leader bertugas sebagai tour director yang mengelola paket perjalanan dan menjamin pelayanan bagi wisatawan.

Saat ini, kata dia, ITLA memiliki sekitar 1.685 anggota. Sekitar 75 persen di antaranya bertugas ke luar negeri. Secara profesi, sesuai mandat pemerintah, tour leader juga berfungsi sebagai marketing intelijen bagi pemerintah di luar negeri.

“Ketika soliditas internal kuat, maka daya tawar profesi juga akan semakin kuat di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.

Harapan Pemerintah dan Konsolidasi Organisasi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Dr. Iendra Sofyan, yang hadir dalam Musda, menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru mampu membangun komunikasi intensif dengan pemerintah provinsi.

Baca Juga:  Ketua DMI Kabupaten Ciamis Minta Pengurus DKM Harus Ikhlas

Ia berharap ITLA Jabar dapat terus berdiskusi dengan Pemprov Jabar dan memberikan masukan konkret bagi kemajuan pariwisata di daerah.

Musda IV kali ini juga dirangkaikan dengan pelantikan dan buka puasa bersama. Suasana berlangsung hangat dan reflektif. Rangkaian kegiatan turut dihadiri unsur pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, institusi pendidikan, serta media.

Kebersamaan tersebut menjadi simbol konsolidasi organisasi. Selain itu, momen ini memperkuat jejaring lintas sektor yang selama ini menopang ekosistem pariwisata.

Babak Baru ITLA Jabar: Profesionalisme dan Daya Saing

Dengan terpilihnya Reza Novaldi, ITLA Jawa Barat memasuki fase baru. Fokus organisasi diarahkan pada:

  • Memperkuat profesionalisme dan sertifikasi anggota
  • Meningkatkan positioning tour leader di mata industri
  • Memperluas jejaring kolaborasi
  • Mendorong organisasi yang adaptif dan berdaya saing

Tantangan industri pariwisata tidak lagi bersifat lokal. Perubahan bersifat global dan berbasis teknologi. Karena itu, regenerasi kepemimpinan dan transformasi kompetensi menjadi kebutuhan mendesak.

ITLA Jabar kini dituntut bergerak cepat. Adaptif terhadap digitalisasi. Sekaligus tetap menjaga soliditas internal.

Dengan kombinasi tersebut, peran tour leader diharapkan semakin strategis dalam mendukung pembangunan pariwisata Jawa Barat. (Red)