Ia mengungkapkan, keberadaan hewan yang melintas di jalan tol bukan kali pertama terjadi. Sejumlah satwa seperti biawak, anjing hutan, hingga musang kerap terlihat menyeberang di ruas tol tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, pihak pengelola akan memperkuat sistem pengamanan dengan pemasangan pagar di titik-titik rawan. “Kami berharap dengan pemagaran ini hewan liar tidak menyeberang Tol Serpan,” ujarnya.
Sementara itu, ruas Tol Serang–Panimbang Seksi 2 jalur Rangkasbitung–Cikulur–Cileles sempat ditutup sementara pada Kamis (26/3) pukul 17.00 WIB untuk penyelesaian konstruksi dan peningkatan standar layanan.
Sejak difungsikan pada 12 Maret 2026, ruas tol ini telah melayani sekitar 150 ribu kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran, serta memangkas waktu tempuh menuju wilayah Serang, Lebak, dan Pandeglang.
Akses ini juga mendorong peningkatan kunjungan wisata ke sejumlah destinasi di Banten selatan seperti Tanjung Lesung serta kawasan adat Suku Badui.





