Farhan menjelaskan, kapasitas pengangkutan saat ini baru mampu menangani sekitar 980 ton sampah per hari. Artinya, masih ada sisa sekitar 500 hingga 600 ton yang harus diolah dengan metode lain.
Situasi ini membuat pengurangan sampah di lapangan berjalan lambat.
Ia menilai, peningkatan aktivitas masyarakat selama Lebaran menjadi pemicu utama lonjakan tersebut.
Konsumsi rumah tangga dan kegiatan perayaan turut menyumbang bertambahnya volume sampah secara signifikan.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Bandung berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah.





