Menurut Sri, tingginya jumlah pengunjung menjadi salah satu kendala dalam pengawasan, sehingga pihaknya meminta pengelola turut berperan aktif dalam menegakkan aturan.
“Patroli akan lebih digencarkan secara mandiri maupun gabungan untuk memastikan tidak ada pelajar yang berada di pusat keramaian atau kafe saat jam pelajaran,” katanya.
Selain menyasar kafe, patroli juga akan diperluas ke sejumlah titik lain yang kerap dilaporkan masyarakat, termasuk lokasi yang ramai dibahas di media sosial sebagai tempat berkumpul pelajar saat jam sekolah.
Satpol PP mengimbau seluruh pelajar di Cianjur untuk meningkatkan disiplin dan mematuhi aturan sekolah. Kehadiran di kelas dinilai penting dalam pembentukan karakter, peningkatan pengetahuan, serta menentukan masa depan.
“Kami akan terus melakukan pendataan dan memberikan peringatan kepada pelajar yang bolos, sebagai bagian dari upaya pembinaan,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





