Berdasarkan catatan Pemkab Bandung Barat, sepanjang 2025 pemerintah daerah telah menyelesaikan perbaikan 98 ruang kelas jenjang SD dan SMP dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga rusak berat.
Mayoritas ruang kelas yang ditangani berada dalam kondisi rusak parah.
Untuk melanjutkan program tersebut, pemerintah daerah menyiapkan anggaran cukup besar.
Jeje menyebutkan, alokasi dana perbaikan infrastruktur pendidikan pada 2026 mencapai Rp 25 miliar.
Saat ini, jumlah ruang kelas yang akan direnovasi masih dalam tahap penghitungan karena dipengaruhi oleh kondisi kerusakan dan jarak lokasi sekolah.
“Alokasi anggaran sendiri ini Rp 25 miliar, untuk ruang kelasnya kita masih menghitung. Karena jarak sekolah juga cukup mempengaruhi juga. Jadi kerusakan itu ada yang rusak berat, sedang dan ringan, yang kemarin kita perbaiki rata-rata itu rusak berat,” paparnya.





