Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat Asep Dendih menilai, penerapan standar pembangunan ramah disabilitas sudah menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan sekolah.
Menurut dia, anggaran Rp 25 miliar tersebut tidak hanya difokuskan pada rehabilitasi bangunan, tetapi juga untuk pemenuhan fasilitas penunjang pembelajaran.
“Jumlah Rp 25 miliar itu nantinya bukan hanya perbaikan infrastruktur, tapi juga bangku sekolah dan kebutuhan mendesak lainnya,” kata Asep.
Dengan pendekatan baru ini, Pemkab Bandung Barat berharap kualitas infrastruktur pendidikan meningkat sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan dapat diakses oleh semua peserta didik. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





