Kehadiran sektor non-kuliner ini diharapkan memperluas pilihan belanja sekaligus memperkenalkan karya lokal kepada publik.
Menurut Aep, penyelenggaraan Bazar Ramadhan menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah agar pelaku usaha kecil terus tumbuh dan memiliki ruang promosi yang lebih luas.
Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi rakyat harus dimulai dari level terbawah, dengan menciptakan perputaran transaksi yang sehat di tengah masyarakat.
Momentum Ramadhan, kata dia, merupakan waktu yang tepat untuk mendorong konsumsi rumah tangga sekaligus membuka akses pasar bagi produk lokal.
Warga yang ingin mencari menu berbuka maupun kebutuhan lainnya cukup mendatangi Lapangan Karangpawitan, karena berbagai pilihan tersedia di satu lokasi.





