“Tidak boleh main petasan dan juga perang sarung selama bulan Ramadhan. Hal ini dapat membahayakan,” tegasnya.
Aksi perang sarung yang kerap dilakukan remaja juga dinilai rawan memicu konflik dan membahayakan keselamatan. Pemerintah daerah mengajak orang tua dan tokoh masyarakat untuk ikut mengawasi aktivitas anak-anak selama Ramadan.
Dony mengimbau masyarakat untuk saling menghormati, baik terhadap warga yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak berpuasa karena alasan tertentu, seperti kondisi kesehatan atau sedang dalam perjalanan.
“Pemerintah bersama aparat dan tokoh masyarakat harus bersinergi menjaga wilayah masing-masing. Mari kita jalankan Ramadhan dengan khidmat dan penuh kedamaian, agar keberkahan dapat kita rasakan bersama,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





