“Kalau memang sudah melakukan penyetoran uang ke agen perjalanan umroh tapi belum melakukan penjadwalan keberangkatannya, tentu lebih baik berkomunikasi untuk kelangsungan keberangkatannya,” ujarnya.
Syamsi juga menyoroti pentingnya koordinasi antara biro perjalanan dan pemerintah daerah agar data jamaah dapat terpantau dengan baik.
“Kondisi ini jadi evaluasi bersama. Ke depan, komunikasi travel dengan Kemenag harus lebih intens agar jamaah lebih terpantau dan terlindungi,” katanya.
Sementara itu, Manager Operasional Travel Umrah dan Haji Al-Muharijin, Lia Nurhayati, mengatakan aktivitas ibadah jamaah sejauh ini masih berjalan normal. Namun, kendala muncul pada jadwal kepulangan, terutama bagi jamaah yang menggunakan penerbangan transit.
“Ada satu rombongan yang terkendala karena penerbangan transit. Jamaah masih aman, masih di hotel di Madinah, belum diberangkatkan ke bandara,” kata Lia.





