”Nanti tinggi terowongan itu ketinggian yang sekarang ditambah 2,4 meter jadi rel kereta tidak terganggu, kendaraan besar seperti bus yang selama ini sering tersangkut juga bisa melintas dengan aman,” jelasnya.
Antisipasi Banjir dan Rekayasa Lalu Lintas
Mengingat kawasan Jatibarang kerap menjadi langganan genangan air saat hujan deras, pembangunan underpass ini juga dilengkapi dengan sistem drainase modern. Pemerintah akan menyiagakan pompa otomatis di sisi kanan dan kiri terowongan.
”Saat ada genangan air, pompa itu akan langsung berfungsi. Pembuangannya akan dialirkan ke Sungai Sindupraja,” kata Mardono menepis kekhawatiran warga soal potensi banjir di bawah terowongan.
Selama masa pengerjaan yang dimulai bulan depan, arus lalu lintas akan dialihkan sepenuhnya. Kendaraan dari arah Kota Indramayu akan diarahkan melalui jalur alternatif Pasar Jatibarang yang tembus di Mapolsek Jatibarang, atau keluar melalui Desa Bulak.
Senada dengan pemerintah kecamatan, Kepala Desa Jatibarang, Agus Darmawan, juga menyatakan dukungannya terhadap transformasi infrastruktur ini yang diharapkan mampu memutar roda ekonomi warga setempat lebih cepat. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





