JABARNEWS | BANDUNG – Sebuah video yang memperlihatkan momen pengamanan Presiden RI Prabowo Subianto di London, Inggris, mendadak viral di media sosial. Video tersebut memicu persepsi bahwa personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengusir wartawan yang tengah merekam kedatangan Presiden Prabowo dalam agenda kunjungan kenegaraan.
Dalam narasi yang beredar, tindakan personel Paspampres disebut berlebihan dan dinilai membatasi kerja jurnalis. Namun jika dicermati dari rekaman video yang viral, personel Paspampres tampak meminta sejumlah orang yang disebut sebagai wartawan untuk menjauh dari jalur yang akan dilalui Presiden Prabowo, bukan melarang peliputan secara keseluruhan.
Menanggapi polemik tersebut, Paspampres akhirnya angkat bicara. Asisten Intelijen Komandan Paspampres, Kolonel Infanteri Mulyo Junaidi, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam terhadap insiden yang terekam dalam video itu.
“Hasil investigasi menunjukkan bahwa personel yang bersangkutan telah menjalankan tugas pengamanan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku,” ujar Kolonel Mulyo kepada media, Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan, tindakan dan ucapan personel Paspampres dalam video tersebut bersifat proporsional dan merupakan bagian dari prosedur pengamanan kepala negara, terutama dalam situasi kunjungan kenegaraan di luar negeri yang memiliki tingkat kerawanan tersendiri.





