Sementara itu, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyebut pabrik Subang saat ini telah menyerap sekitar 900 tenaga kerja, dengan prioritas pada sumber daya manusia lokal yang terdidik dan terlatih sesuai standar perusahaan. Ia menambahkan, setelah seluruh fase pembangunan pabrik rampung, VinFast menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 15 ribu orang.
”Subang memang menjadi tugas kami untuk prioritas tenaga kerja. Tenaga keeja terdidik dan terlatih tentunya harus memenuhi standar Vinfast,” ucapnya.
Kariyanto juga mengungkapkan bahwa pabrik ini tidak hanya akan merakit kendaraan listrik roda empat. Ke depan, VinFast berencana memproduksi kendaraan listrik roda dua dengan kapasitas produksi gabungan mencapai 300 ribu unit per tahun, menjadikan Subang sebagai pusat manufaktur strategis VinFast di kawasan.
Peresmian pabrik ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Ia menilai investasi VinFast sejalan dengan agenda pemerintah dalam mempercepat transisi energi serta membangun industri kendaraan listrik nasional yang berdaya saing. Airlangga juga menyoroti kecepatan pembangunan pabrik yang dinilainya tidak mudah dicapai oleh banyak perusahaan manufaktur.
”Sesuai namanya, VinFast, pembangunan pabrik ini memang sangat cepat. Tidak semua manufaktur mampu melakukannya,” kata Airlangga.





