Apabila kendaraan tetap bermasalah, pengelola mengarahkan pemilik ke bengkel rekanan terdekat. Seluruh biaya perbaikan, termasuk penggantian bahan bakar yang terbuang, ditanggung penuh oleh SPBU.
Sebagai tindak lanjut, operasional SPBU dihentikan sementara. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemeriksaan di lapangan oleh pihak Pertamina.
“Saat ini masih dilakukan investigasi untuk mengetahui kronologi dan penyebab pastinya. Penjelasan lebih rinci nantinya akan disampaikan oleh Pertamina,” kata Ragil.
Ia memastikan dugaan campuran air tersebut tidak berasal dari mobil tangki pengangkut BBM.
Sumber masalah diduga berada di tangki pendam atau tangki bawah tanah di area SPBU. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung dan operasional SPBU belum kembali dibuka. (war)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





