“Sekarang kita sudah tidak buang di depan lagi. Sudah bisa ke jalan yang baru, jadi bisa buang ke bawah,” kata Entis.
Menurutnya, pembukaan jalur baru tersebut memungkinkan petugas menipiskan tumpukan sampah di area lama, sekaligus mempercepat proses pengurukan agar timbunan tidak semakin meluas.
“Pengurukan sudah sampai ke sini dan akan terus dilakukan karena memang harus ditutup,” ujarnya.
Selain itu, sekitar 200 kepala keluarga pemulung menggantungkan hidup dari aktivitas memilah sampah bernilai ekonomis di TPA tersebut. Keberadaan mereka dinilai membantu mengurangi beban sampah, terutama untuk material yang masih dapat didaur ulang seperti plastik.
“Dengan adanya pemulung sangat membantu kami di TPA untuk mengurangi sampah yang bernilai komersial,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





